Akhirnya Razel dan bundanya, pergi ke dokter langganan mereka untuk meng cek up ulang hasil test, sebenarnya Razel tidak mau, namun dia terus menerus penglihatan kabur dan menjadi sering mimisan.
“Hasil test nya besok ya bu jadinya, saya akan beritahu kalian berdua.” kata dokternya.
“Anak saya gaakan sakit kan dok?”
“Mudah-mudahan, tapi dilihat-dilihat penyakit nya Razel ini masuk ke kanker nasofaring, tapi mudah-mudahan perkiraan saya tidak benar ya.” jelas dokter.
Razel pun membeku, dia bingung harus bagaiman, dia kaget, dan dia takut.
Akhirnya Razel dan bunda nya pulang, lalu Razel langsung kekamarnya, dia lagi malas berkomunikasi dengan siapapun.
“Ina, kakak gatau, bisa ikut rayain ulang tahun kamu atau ngga, miris ya, Na. Ditambah lagi kakak, bukan kakak kandung kamu, maafin kakak ya.” batin Razel
Flashback waktu itu Razel berumur lima tahun, dia anak panti, jika ingin tahu orang tua Razel yang sebenarnya dia pun tidak tau, semenjak kecil dia sudah diurus oleh bibi Minah. Setelah diurus oleh bibi Minah, dia tiba-tiba di pindah kan ke panti, sangat miris kedua orang tuanya tidak mau mengakui bahwa Razel anaknya.
Akhirnya ada sepasang suami istri, mengadopsi Razel, dan akhirnya Razel mempunyai adik tiri, yaitu Raina. Raina belum tahu kakak nya ini adalah kakak tirinya, Razel akan memberitahunya ketika Raina umur 17 tahun.
Razel pun mengenal Javas ketika sudah diadopsinya dia oleh Bunda dan Ayah nya yang sekarang adalah orang tua dalam kartu keluarganya.
Javas waktu itu dia tidak bisa bermain sepeda, akhirnya dia diledek oleh teman-teman nya, kemudain Razel datang membela, pertemuan mereka sederhana dan sampai sekarang mereka sering dianggap anak kembar.
Kalau ditanya kapan Razel bertemu dengan Gema dan Deon, karena waktu itu Leon dan Gian belum lahir. Mereka bertemu pada saat pertandingan lari antar SD, pada saat itu yang juara pertama adalah Gema, yang kedua Deon dan yang ketiga Razel, Javas waktu itu hanya supporter saja. Mereka bersalaman layaknya anak kecil yang senang ketika mendapatkan medali yang dikalungkan.
“Hai, selamat kalian, karena kita menang. Pasti kita yang paling hebat. Ayo temenan?” kata Gema waktu kecil.
Dan semenjak saat itu mereka menjadi Gema, Deon, Javas dan Razel yang sekarang, dan datang Leon lalu Gian, tumbuh lah perjanjian “Kalau kita punya adik cowo, ajak aja main sama kita.” kata Razel.