Razel

Razel dengan keluarganya mereka sering membuat satu acara yang dimana isinya, mereka menonton film, mendengarkan musik bersama dan saling mengungkapkan pikirannya masing-masing.

“Ayah.” panggil Raina.

“Iya sayang.”

“Ayah, bunda sama kak Razel jangan ninggalin Ina ya, kalau salah satu dari kalian pergi, Ina sedih.” ucap jelas Raina.

“Loh kamu ngomongnya gitu?” sambung Bundanya.

“Aku denger kak Razel sakit, sakit apa bunda?”

“Sakit biasa, Ina.” jawab Razel.

“Boong, kak Razel boong.”

“Beneran, duarius.”

“Yaudah diulang tahun Ina yang ke delapan, kak Razel harus ada.”

Razel mengangguk, ntah anggukan yang artinya benar-benar iya, atau hanya untuk menenangkan adiknya saja.

“Tuh, udah dijawab, jadi sekarang Ina tidur ya?” ucap bundanya.

“Oke bunda!”