Malam
Arjuna dengan keenam saudaranya bergegas siap-siap berangkat seperti yang di janjikan Reksa. Arjuna sudah melarang agar mereka tidak ikut, tapi tetap saja mereka ngeyel, ingin ikut.
“Jayden gausah ikut.” ucap tegas Arjuna.
“Tapi bang-”
“Bang Arjuna bilang gausah ya gausah.” sambung dengan tegas nya Alden.
“Langit sama Rama jaga daerah timur.” kata Arjuna.
“Sena sama Candra, daerah barat.” balas Alden.
“Dan Jayden, lo jaga supaya ayah gak tau gue balapan.” sambung lagi Arjuna.
“Baik bang.” jawab Jayden.
Mereka berenam sudah berangkat, dan Jayden sekarang sedang mengawasi rumah.
Arjuna sudah sampai tempat tujuan, dan Alden mengawasi dari jauh. Namun Reksa sudah hampir setengah jam tidak kunjung datang. Akhirnya, Arjuna menelpon Alden.
“Lo serius ini, Reksa ngajak balap kan?”
“Serius.”
“Belum ada ini, ga biasanya dia telat.”
Tiba-tiba suara tembakan, “BANG AWASSSSS!!” suara Langit yang langsung memeluk abang nya agar tidak terkena tembakan.
“LANGIT!!!” teriak Rama.
“LANGIT, LO GAPAPA?” tanya Arjuna.
“Gapapa bang, hehehe. Gue pake baju anti peluru nih, disuruh Alden.” jawab Langit.
“Alden nya mana?” tanya Arjuna.
“Bang, ini gue di chat Alden katanya dia, Sena sama Candra di depan, nungguin kita. Katanya cabut aja. Ada yang ga beres.” jawab Rama.
“Oke, kalau gitu.”
Arjuna, Langit dan Rama menyusul Alden, Candra dan Sena. Mereka langsung bergegas pulang, dan melihat situasi dirumah.