Susu coklat panas
Denara sudah bersiap membawa makanan yang ia masak tadi, lalu tak lupa membawa cemilan kesukaan abang nya.
Langit sudah terlihat mendung, Denara segera memesan ojek online, agar segera sampai di Distro abang nya.
Setelah satu jam perjalanan, Denara sampai ke tempat tujuan nya. Memang, agak lama karena Denara terjebak macet.
“Hallo, bang Darka!!!”
Darka menoleh, lalu melihat adik nya ini yang sudah basah kuyup.
“ADEK!!!”
Denara tersenyum lebar, “hehehe, hujan bang, aku pake ojek juga tadi.”
“Ee-eh? Alden?” ucap Denara yang terkejut karena tiba-tiba Alden memberikan handuk kecil kepada nya.
“Keringin dulu rambutnya.” perintah Alden, sembari membawa barang bawaan Denara.
Denara pun pergi keruangan Darka untuk mengeringkan rambut dan bajunya, “ga basah amat, kenapa pada ribet sih.” gerutu Denara.
Cklek
“Boleh masuk gak?”
“Siapa?”
“Alden.”
“Ga boleh.”
Alden menghiraukan perkataan Denara, pria itu masuk lalu duduk disebelah Denara sambil membawakan segelas susu coklat panas.
“Ini.” ucap Alden sembari memberikan susu coklat tersebut.
Denara menggeleng, “ga usah.”
Alden menyimpan segelas susu coklatnya dimeja, lalu memegang kedua tangan Denara dan mengusap-ngusap punggung tangan Denara, “Dena, lo abis kehujanan, biar ga sakit. Ini tangan lo dingin gini.”
“Iya iya, gue minum.”
“Kenapa?” tanya Alden.
“Hah?”
“Kenapa gabilang mau kesini? tau gitu gue bisa jemput lo.”
“Yaelah, lebay banget.”
“Masakan lo enak, kayak masakan bunda gue, mirip banget.” ujar Alden lalu berdiri dan keluar meninggalkan Denara.