Special Chapter
Alden yang heran mengapa ada lelaki yang menghampirinya, dan tau nama panggilan nya ini.
“Iya, gue Alden. Lo siapa?”
“Liam.”
Liam akhirnya mengajak Alden berbicara sebentar diluar. Lalu, menjelaskan bahwa ia ini mantan nya Denara.
“Kita ngga ada kata putus sebenernya, tapi memang gue yang brengsek ninggalin dia tanpa kabar.”
BUGG. Satu tonjokan mendarat di pipi Liam, ia tersenyum tipis, “gapapa Den, gue emang pantes dapetin ini.”
“Lo selingkuh?” tanya Alden.
Liam menggeleng, “gue sakit, gue sembuhin diri dulu. Gue balik kesini artinya gue udah sembuh. Tadi nya gue mau ngelamar Nara, tapi ternyata dia udah suka sama lo. Dan gue sebenernya udah lama balik, dari sebelum lo bedua jadian.” Liam menunduk sembari tertawa sedikit, “Denara lebih pantes dapetin lo.”
Alden terpaku diam mendengar penjelasan Liam.
“Lo tau kan minggu depan Denara ulang tahun?” tanya Liam.
Alden mengangguk.
“Kasih suprise buat dia Den. Dan sekalian gue mau tau, apa bener dia milih lo atau gue.”
“Maksudnya?”
“Suruh dia temuin gue, kalau dia ngajak gue ketemuan artinya dia emang milih lo. Kalau emang dia tetep sama kemauannya gamau ketemu gue, itu artinya gue masih bisa perjuangin dia.”
Alden sebenarnya bimbang menerima tawaran ini tapi ia pun ingin tau, hati Denara untuk siapa sebenarnya.
“Oke.” jawab Alden dengan singkat dan tegas.