Selamat ulang tahun, cantik.
Setelah membaca buku memory 2, Denara mulai menangis, ia mengira Alden sudah lupa padanya, ia juga mengira akan putus dengan Alden. Namun, nyata nya tidak, Alden sudah mempersiapkan ini semua. Alden benar-benar pria penuh dengan kejutan baginya.
“Hai, anak kecil!” ucap Alden dari belakang sambil berjalan menuju Denara.
Denara menoleh dengan mata yang merah, Alden pun terkejut, “eh? kenapa?”
“PIKIR AJA! MASIH AJA NANYA AKU KENAPA?”
Alden segera memeluk wanita nya ini, lalu mengelus rambutnya, “keren banget pacar aku tadi nyanyi nya.”
“Kamu liat?”
“Liat dong.”
“Dimana? kok aku ga liat kamu?”
“Rahasia.”
Alden melepaskan pelukannya ini, “jadi gimana?”
“Gimana apanya?”
“Jawaban kamu? kan tadi ada pertanyaan di belakang buku nya.”
Denara mengangguk dengan cepat, “mau!”
Alden memeluk Denara kembali, “makasih ya, nikah nya nanti. Yang penting kamu udah aku ikat sebagai calon istri aku.”