Nasi Goreng kak Nava
Nava pun datang ke kamar nya Gadis dan menghampirinya, sudah terlihat adik nya ini siap menyantap nasi goreng buatan kakak nya ini.
“Siap banget?” tanya Nava.
“Siapa apa?”
“Itu posisi kamu udah siap buat makan nasgor nya.”
“Ya abisan, nasgor kak Nava tuh beda dari yang lain!”
“Enak nya atau ga enak?”
“ENAK NYA!! MANA DITAMBAH SOSIS JUGA!!”
“Hahaha, oke oke, ayo makan!”
“Ayo!!”
“Tapi kakak mau, kamu sambil wish.”
“Maksudnya?”
“Jadi, satu suap terus beresnya kamu berdoa, oiya jangan dalam hati. Oke?”
“Hmm, oke!”
“Yaudah buka mulutnya, aaaaa”
Gadis membuka mulutnya, lalu mengunyah nasi goreng nya.
“Oke sekarang wish suapan pertama, aku pengen kakak-kakak aku hidup bahagia.”
Nava tersenyum, lalu menyuapi untuk suapan kedua, Gadis pun mengunyah lagi, dan menyebut kan wish kedua nya.
“Yang kedua, aku mau kalian sehat terus, dapetin pacar yang baik, dan makan yang banyak, oiya satu lagi harus terus akur satu sama lain!”
Kemudian Nava menyuapi untuk suapan ke tiga.
“Yang ketiga—”
Nava memotong, “Aku, Sena, Damar dan Rayan pengen liat Gadis nya sembuh, ngga sakit.”
Gadis tersedak, “uhuk-uhuk.”
“Nih minum dulu.” Nava memberikan air putih lalu Gadis meminum nya.
“Kak?”
“Hm?”
“Kalian tau?”
Nava mengangguk, “jangan gitu lagi ya? jangan mendem sendiri, ini hal serius, kalau kamu pendem gini, kamu mau kita nyesel seumur hidup?”
Gadis menggeleng, “bukan gitu kak, tapi aku gamau jadi beban aja.”
“Kamu adik aku, udah seharusnya aku jaga kamu, lindungin kamu, kasih perhatian, dan ngerawat kamu dengan baik. Kita sayang kamu, Gadis.”
“Kalau pun harus keluarin uang lebih banyak untuk pengobatan, aku gak masalah, yang penting kamu sembuh. Apapun, Dis, apapun itu kalau kakak bisa tuker nyawa sama Tuhan, aku bakal minta itu. Minta kalau kaka aja yang sakit nya, jangan kamu.” sambung Nava.
Gadis meneteskan air matanya. Ini yang dia takutin, takut untuk tidak bisa bertahan lebih lama.
“Kemo nya jangan sampai kelupaan ya?”
Gadis mengangguk, “maaf kak.”
Nava segera memeluk Gadis, “kakak butuh kamu berjuang, bukan minta maaf. Oke?”
Gadis mengangguk.