Kebenaran yang terungkap

Malam ini perayaan Arya Brady menjadi bintang tersukses, karena dia meraih banyak penghargaan. Rayan, Damar, Sena, Nava dan Gadis menghadiri acara itu.

Tentu saja, mereka menuruti perkataan Arya agar datang pada acara nya.

“Anak-anak papa sudah datang, sini maju.” ucap Arya diatas panggung.

Semua saling melirik, tamu yang lain nya merasa kebingungan sedangkan anaknya yaitu Aslan sudah diatas panggung.

Mereka berlima naik ke atas panggung.

“Tapi, tidak untuk kamu. Silahkan anda turun kembali.” ucap Arya kepada Gadis.

Hal itu membuat Damar marah.

“Maksud anda apa ya?” ucap Damar dengan nada tinggi.

“Ya saya menyuruh anak-anak saya, untuk naik ke atas panggung.”

“Iya, tapi Gadis anak papa juga!” sentak Sena.

Wartawan pun mulai mendekati panggung, “Arya apakah ini anak kamu juga? sejak kapan kamu mempunyai anak sebanyak ini?” begitu lah contoh dari pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan.

“Baik, saya akan menjawab pertanyaan kalian semua, disini saya dengan mendiang istri saya dulu mempunyai empat anak. Namun mereka enggan untuk dipublikasi kan, karena saya sangat sayang dengan keempat anak lelaki saya, jadi di acara ini, saya sekaligus mengumumkan keempat anak lelaki saya.”

Banyak suara kamera yang terdengar dan mem-foto Damar, Rayan, Sena dan Nava.

“Tapi itu ada perempuan disana? apa anak bapa juga?” tanya salah satu wartawan.

“Bukan, dia bukan anak saya.”

Mata Gadis mulai memerah. Sekejam itu ayah nya pada dia.

“Gadis anak papa.” Gadis angkat bicara.

“G-gadis dilahirin di rahim nya mama.”

“P-papa kenapa, g-gamau anggap Gadis sebagai anak papa?”

Arya masih berdiam diri, dia sangat ingin memarahi Gadis untuk diam.

“KENAPA PAH?”

“Kenapa kalian bawa anak ini kesini?” tanya Arya kepada Nava, Sena, Rayan dan Damar.

“Biar semua orang tau, Gadis anak papa.” jawab Sena.

Wartawan semakin banyak yang berkumpul. Padahal ini hari bahagia nya Arya, namun sepertinya dia akan di cap jelek di dunia nya sebagai aktor.

“Gadis bukan anak saya! dia memang lahir di rahim nya alexa istri saya. Tapi bukan dengan saya. Melainkan dari selingkuhannya!”

Gadis tersontak kaget, maksud ayah nya ini jadi dia anak dari selingkuhan mama nya kah?

“G-gamungkin!” sanggah Gadis.

Tiba-tiba Vanya datang dan menyapa Gadis, “hai loser.”

“V-vanya?”

“Hahaha, lo kaget ya?”

“Kok lo?”

“Gue sepupu Aslan.”

Gadis semakin tidak mengerti, maksudnya ini apa, kenapa semakin rumit.

Tiba-tiba, ada seorang wanita yang datang bersama asisten ayah nya.

“Renata! kenapa jadi kacau seperti ini?” ucap Arya kepada asisten nya yaitu Renata.

“Maaf, Arya tapi saya sudah muak, saya akan mengungkapkan kebenarannya.” jawab Renata.

“Selama dua minggu saya bekerja sama dengan Damar dan Nava. Untuk mengulik apa yang sedang kamu lakukan.” sambung Renata.

“Kamu bersama Aurel dan Vanya bekerja sama untuk mencelakakan Gadis kan?”

“T-tidak ini fitnah!”

“Gadis pernah jatuh waktu main basket dan cewe ini,” Damar menunjuk Aurel,“yang sengaja mendorong Gadis supaya jatuh.”

“Dan papa menyuruh Vanya untuk menghabisi Damar waktu itu di gudang.” tambah Nava.

“Disini kita punya banyak bukti.” ucap Renata.

“Aurel apa benar yang saya ucapkan?” tanya Renata.

“B-benar saya dibayar oleh om Arya, karena saya memang butuh uang itu, karena ibu saya sedang dalam pengobatan di rumah sakit.”

“Tapi tuduhan lo ke gue ga bener.” Vanya mengelak.

“Butuh bukti?” tanya Damar.

Akhirnya Damar keluar lalu membawa satu orang lelaki yang pernah memukuli nya pada saat di gudang.

“NGOMONG ANJING YANG KERAS!” perintah Damar.

“B-betul s-saya disuruh oleh mba Vanya, untuk memukuli Damarion.” jawab lelaki itu.

“See? lo masih ngelak?” tanya Damar kepada Vanya.

Vanya terdiam.

“SEMUA SALAH, INI SEMUA GUE DISURUH ARYA!” bantah Vanya dengan histeris.

“Jadi kamu yang memukuli anak saya?? Saya tidak menyuruhmu untuk memukuli Damar!” tanya Arya.

“GUE KESEL, LIAT GADIS DISAYANG SAMA KAKAK-KAKAKNYA, GUE IRI KENAPA KAKAK GUE GA SEBAIK KAK DAMAR, KAK SENA, KAK NAVA DAN KAK RAYAN!”

“V-vanya...” ucap Gadis.

“DIEM LO GADIS SIALAN! GUE UDAH MUAK SAMA KEBAIKAN LO, GUE IRI SAMA LO!!!!” jawab Vanya dengan menyentak Gadis.

Malam itu sangat ricuh dan kacau, Renata menelepon polisi agar segera menangkap Arya.

Ketika polisi datang dan akan menangkap Arya. Tiba-tiba Renata menahan.

“Dan satu lagi, Alexa tidak pernah selingkuh, Gadis adalah anak kandung anda. Dan Alexa tidak meninggal karena dia telah melahirkan Gadis namun Alexa dibunuh oleh anda, Arya!” ucap jelas Renata sembari menunjuk kepada Arya.

Pada malam itu hari kebahagiaan Arya berubah jadi hari kelam dirinya, karena dia sudah ditangkap oleh polisi.