Gadis Povs
Aku sangat-sangat kaget ntah mau sedih ataupun bingung. Iya bingung karena lelaki yang mulai kusuka malah dia adalah saudara ku sendiri.
Aku mengunci diri dikamar bukan karena marah kepada kakak-kakak ku, sungguh. Aku melihat kak Damar yang keluar membawa kunci motor untuk pergi kerumah papa. Kalau kalian lihat, kak Damar tuh banyak action nya, tapi kekurangan dari dia itu tidak bisa mengontrol emosi nya, aku paham dia sangat sayang kepadaku, aku paham semua kakak-kakaku sayang kepadaku, tapi aku tidak suka jika mereka harus terluka dan itu karena aku.
Sebenarnya mendengar kak Damar trauma menaiki mobil, aku jadi teringat kejadian masa lalu ku, karena aku telah menyelamatkan orang dari tabrak lari.
Aku sedari kecil selalu terkena marah oleh papa, setelah aku berusia 12 tahun papa ku baru berani memukulku hingga saat ini. Mau sebejat apapun ayah ku, tapi aku tetap menyayangi nya. Selagi aku masih hidup, aku tetap sayang papa.
Buat kak Damar, kak Rayan, kak Sena dan kak Nava, terimakasih kalian selalu menjagaku. Kalian 4 rumah nya Gadis.