can i hold your hand?

Wanita berambut panjang itu keluar dari mobil lalu berlari keluar menuju apartemen. Diikuti oleh seorang pria yang memakai kaos polos warna hitam dan topi hitam yang ia pakai.

“Dena, jangan lari.” ucap Alden agak keras.

Wanita tersebut menghiraukan perkataan pria yang ada dibelakang nya.

“Yeay! sampe!!”

“Passwordnya, apa?” tanya Denara kepada Alden yang masih berjalan menuju Denara.

Alden diam tidak menjawab, Denara menghentakan kaki nya, “ish nyebelin gadijawab!”

Alden tersenyum, lalu mendekatkan dirinya kepada Denara lalu berbisik di telinga Denara, “tanggal lahir kamu.”

“Kamu tau tanggal lahir aku dari mana?”

“Bang Darka.” jawab dengan wajah polos Alden.

“Eh, Den bentar.”

“Apa?”

“Can i hold your hand?”

“Kenapa harus izin segala? kemaren aja langsung peluk.”

“Boleh ya?”

“IYAA, AYO MASUK!!”

Pria itu tersenyum lebar, dan segera memegang tangan kekasihnya ini.

“Udah ya pegangan nya aku mau simpenin barang.” ujar Denara.

Alden pun menuruti perkataan Denara, ia pun segera membersihkan diri dan membereskan barang-barangnya.

Setelah beberapa menit Alden membereskan barang dan membersihkan badan nya ia duduk di sofa, kemudian melihat Dena yang sedang lalu-lalang dihadapannya.

“Kenapa?” tanya Alden.

“Aku mau tidur, tapi aku masa tidur disini?”

“Yaudah, gapapa? gausah takut sama aku.”

Denara memajukan bibirnya lalu menggeleng, “tetep aja harus hati-hati.”

Alden terkekeh, lalu menarik pergelangan tangan Denara, lalu memangku Denara. Denara sontak langsung duduk dan diam membeku. Karena pria nya ini sekarang jaraknya sangat dekat.

“Anak kecil, gausah takut ya? aku orang baik kok.” ledek Alden lalu tertawa kecil.

“Aku dejavu banget tau. Dulu, ayah kamu juga suka nge-pangku aku duduk kayak gini.”

“Ayah pasti seneng sekarang kamu pacar aku.”

Denara tersenyum, “iya lah! pacarnya cantik.”

“Iya, sangat cantik.” timpal Alden.

“Al, jangan liatin gitu, aku malu!”

Alden tersenyum lalu mencubit pipi wanita yang sedang ia pangku, “anak kecil.”