Alden dan Dena
Pagi ini mereka bertemu untuk melakukan olahraga bersama, Alden yang sudah membawa sepeda nya dan begitu juga dengan Denara. Mereka mulai mengayuh sepedanya masing-masing. Canda dan tawa penuh pada pagi ini. Mereka melepaskan beban nya dengan tertawa lepas. Masalah-masalah yang datang pada mereka beberapa waktu lalu, membuat hubungan mereka semakin kuat satu sama lain.
“Sini minum dulu.” Alden menepikan sepedanya di bawah pohon.
Denara menurutin perkataan Alden, lalu duduk dan meminum minuman yang diberikan oleh Alden.
“Pelan-pelan, sayang.”
“Hehehe, haus soalnya.”
Alden tiba-tiba tersenyum melihat Denara, mengingat beberapa waktu lalu ia pernah berselisih paham dengan Denara dan akhirnya semua terselesaikan. Alden mengelus puncak kepala Denara, “sayang.” ujarnya.
Denara yang salah tingkah terlihat oleh Alden karena wajahnya memerah, “kamu ih!”
“Apa?” jawab Alden mendekatkan wajahnya.
“Eh, jangan deket-deket!”
Alden terkekeh, lalu mencubit pipi Denara, “i love you, anak kecil.”
Denara membalas kembali dengan mencubit hidung Alden, “ i love you more gantengku!” dengan nada meledek lalu ia pergi berlari, kabur dari Alden.
Kisah mereka memang seperti pasangan umum lainnya, yang bertemu lalu dekat dan jatuh cinta. Tapi, siapa sangka dengan takdir bahwa mereka pernah bertemu sebelum nya. Dari, buku memory Alden dan Denara memang sudah dipertemukan, namun belum waktunya. Setelah mereka dewasa mereka dipertemukan sebagai sepasang kekasih yang akan menjadi sepasang suami istri.
“Dena, selamanya ya? Sampe aku udah gak ada nanti.”
“Iya, Alden.”
“Harsaka Alden Keizano, sangat sayang dengan perempuan yang bernama Denara Orla Arcelia.”
Denara tersenyum, “Denara Orla Arcelia juga, sangat sayang kepada Harsaka Alden Keizano!”
-END-