Aku sayang kamu

Setelah mereka jalan-jalan dan makan bersama, akhirnya Razel memutuskan untuk mengajak ke tempat yang sering mereka datangi yaitu tempat rahasianya Razel.

“Kesini lagi?”

Razel mengangguk.

“Sini duduk, deket aku.”

“pake aku lagi, aku bingung sama kamu, Zel.” batin Binar

Razel pun menyadarkan Binar yang sedari tadi melamun, “Binar.”

“Eh iya.”

Binar pun duduk dan mereka ngobrol seperti biasa, sposess berdua, setelah itu, Razel mengatakan sesuatu yang buat Binar kaget.

“Nar, aku suka sama kamu.”

“Hah?”

“Aku suka sama kamu, Binar. Tapi aku gapantes buat kamu, aku lemah sebenernya, Nar. Razel yang kamu anggap dingin, cuek. Tubuh nya udah mulai melemah. Tapi tenang ya? Aku bakal selesain semuanya, biar kamu, Ina dan teman-teman aku aman.” ucap jelas Razel.

“Kamu gaakan pergi kan?”

“Aku ga—”

Dipotong oleh Binar,“Binar juga suka sama Razel.”

Mata Razel mulai memerah, kini Binar kecilnya sudah dewasa sudah bisa mengatakan suka, lalu Razel mengelus rambut Binar, gagal sudah pertahanan air yang ditahan di mata Razel kini keluar.

“Kok nangis, Zel?” tanya Binar.

Razel menggeleng, “gapapa, maafin aku ya intinya, kamu harus jaga diri baik-baik selagi aku masih ngurus sesuatu yang belum selesai.” jawab Razel.

Razel memberikan kalung bertuliskan binar dan langsung memakai kannya.

“Ini pake terus ya, jangan sampai hilang. Mau itu aku gak sama kamu atau nanti aku sama kamu, harus tetep dipake, aku sengaja beli nya yang bertuliskan binar jika nanti nya kamu ga sama aku, kamu masih bisa pake itu kalung.” ucap Razel.

“Apaan sih Zel!”

Razel pun memeluk Binar erat, “aku sayang sama kamu, Nar.” ucap Razel sembari mencium kening Binar lalu turun kebawah dan mengecup bibir nya Binar.

“I love you, Binar Andara.” ucap Razel.

Binar kaget, karena ini adalah first kiss nya Binar.

“I love you, too, Razel.” jawab Binar.

Dan setelah itu mereka menghabiskan waktu mereka hingga malam hari.