96 – Sena, Gadis dan Navaro.

Akhirnya Gadis menuruti perkataan Sena untuk bercerita bersama Navaro.

“Kak Nava!!”

“Iya, kenapa?”

“Udah dong main hp nya temenin aku cerita.”

Navaro pun langsung memberhentikan aktifitasnya lalu fokus kepada Gadis.

“Cerita apa?” -Navaro

“Keluarga kita.” -Gadis

“Maksudnya?” -Navaro

“Kalian berempat udah pernah punya pacar?”

Nava tertawa kecil, “kamu ngeledek apa gimana?”

“Kak, serius..”

“Oke-oke, kakak jawab.”

“Diantara kita berempat, yang belum pernah pacaran itu Rayan sama Damar. Sena sama kakak pernah, tapi gak lama. Sebenernya tragis kisah cinta nya Sena sih.” tutur jelas Navaro.

“Sena punya dua mantan, yang mantan pertama kalo gasalah dia diselingkuhin, kalo yang kedua ini Sena masih sayang sama cewek ini, mereka belum ada kata putus, tapi Sena ditinggal sama ceweknya.” sambung Navaro.

“Berapa lama? maksud aku ditinggal berapa lama?” tanya Gadis kepada Navaro.

“Hari ini pas genap dua tahun.” celetuk suara dari arah pintu yaitu Sena yang tiba-tiba datang ke kamar Navaro.

“Kak Sena udah sampe, kok gabilang?”

“Denger dari luar pembicaraan kalian serius. Jadi kasian mau ganggu juga.” jawab Sena.

“Ceweknya namanya siapa kak?”

“Kepo banget adik kakak.” jawab Sena.

“Kakak kok masih nunggu ceweknya?” Gadis bertanya lagi.

“Bagi kakak, soal hubungan udah gak penting lagi. Tapi, yang terpenting keadaan dia baik-baik aja, kakak udah seneng. Soal hubungan kalau emang Tuhan udah berkehendak buat kakak sama dia bersatu lagi kakak pasti jalanin, kecuali ketika dia dan Tuhan satu suara buat menghentikan semuanya, kakak akan berhenti juga. Kehendak Tuhan itu mutlak, Dis.” jawab jelas Sena sembari mengelus rambut Gadis dan tersenyum.

“Kak Sena, maaf.”

“Kok minta maaf?”

“Banyak yang Gadis gatau tentang kakak.”

“Kakak juga sama ga terlalu banyak tentang kamu, setelah kamu pindah kerumah ini, suasana rumah jadi lebih hidup. Sebelum ada kamu disini, aku sama Nava gak pernah sama sekali ngobrol sama Rayan dan Damar bahkan tegur sapa aja jarang.” jawab Sena.

“Dis, yang lebih berat dari hidup kakak itu harus pisah waktu itu sama kamu. Kakak waktu itu masih kecil, Nava juga sama kita gak bisa pertahanin kamu waktu itu, maaf ya?” sambung nya.

“Ngga apa-apa kok kak, lagian selama aku dirumah Bibi, kalian berempat suka mampir kerumah Bibi.” jawab Gadis sembari tersenyum kepada Sena dan Navaro.

“Iya, hari pertama mampir. Kakak sama Rayan malah liat kamu lagi dikunciin di kamar mandi sama Papa.” celetuk Navaro.

“Udah, yang lalu yaudah lupain aja kak.”

Hari itu mereka banyak bercerita, ntah dari sisi Gadis, Sena dan Navaro. Intinya mereka saling sayang satu sama lain.