62
Gavileo bersama teman-teman nya sedang berkumpul di ruangan simulasi PBB, ruangan ini biasanya dipakai oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan HI untuk acara atau kegiatan praktikum.
Pria yang selalu membekal kemeja hitam, untuk kuliah nya. Lalu, setelah kuliah ia lepas, sekarang sedang menjadi sorotan di ruangan tersebut karena mantan kekasih nya ini datang lalu menarik Gavileo ke pojok ruangan untuk berbicara secara empat mata.
“Kenapa?” tanya Gavileo.
Anna memegang kedua tangan Gavileo, sontak semua yang ada diruangan mulai ricuh.
“Gabisa balik lagi kayak dulu?” ucap Anna.
Gavileo menghempaskan tangan tersebut, “ga malu? ngelakuin kayak gini? depan banyak orang?”
Anna menggeleng, “dulu kamu ngelakuin hal yang lebih, kayak gini doang menurut aku ga seberapa.”
“Baru sadar?” ucap Gavileo dengan mendesis.
“Maaf.” hanya itu yang bisa Anna keluarkan dari mulutnya.
Tiba-tiba, ponsel Gavileo berdering, “neya?”, ketika Gavi akan mengangkatnya telfon nya pun terputus. Lalu ada pesan masuk dari Laneya.
“Bisa kerumah ga kak?”
“Ajak aku kemana aja, tapi nanti aku kasih lewat pintu mana nya.”
Setelah melihat pesan tersebut, Gavi segera bergegas untuk kerumah Laneya. Namun, ditahan oleh Anna, “mau kemana?”