52

“G-gue balik duluan.” ucap Maudy dengan terburu-buru.

“Mod kenapa?” tanya Cilla.

“G-genta, ada bokap.”

“Naik apa?” tanya Deandra, “sama gue ayo?”

“Sama gue aja, Mod.” celetuk dari belakang yaitu Mario.

“Kak?”

“Kenapa? gue sambil pulang kok.”

Maudy pun segera meng-iyakan ajakan Mario, karena yang dipikiran dia sekarang hanya Genta.

“Gue duluan ya.” pamit Maudy kepada Cilla dan Deandra.

Mario dan Maudy pun menuju kearah parkiran. Lalu hal yang tidak diduga ban mobil nya Mario malah kempes.

“Mod...”

“Kenapa kak?”

“Ban nya kempes.”

“Gue naik ojeg aja kak.”

“Udah malem, Mod ini.”

“Gapa-”

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang memotong perkataan Maudy, “sama gue aja.”

“Eh?” celetuk Maudy.

“Mau apa ngga?”

“Mod, sama Ziel aja.” suruh Mario, “daripada lo harus naik ojeg udah malem gini.”

Lelaki itu Jeziel, yang menawarkan Maudy untuk mengantarkan kerumahnya.

“Iya, yaudah ayo.” jawab Maudy.

Akhirnya mereka pun segera berangkat menuju rumah Maudy.


Setelah setengah jam perjalanan, Maudy masuk lewat pintu belakang rumah. Lalu segera menuju kamar Genta.

“Genta? ini kakak.”

“Buka pintunya.”

Genta segera membuka pintu kamar nya lalu memeluk Maudy, “kak, t-takut.”

“Pake airpods kakak ya sekarang nyalain lagu kesukaan kamu.”

Genta pun menuruti perkataan nya kakak nya. Lalu Maudy menyiapkan baju dan buku untuk besok Genta sekolah.

“Ayo, kita nginep dirumah tante Gea.”

Maudy dan Genta pun keluar dari rumah, lalu masih terlihat ada Jeziel diluar sana.

“Kak Jeziel?” panggil Genta dengan mata yang sudah sembab.

Jeziel tersenyum.

“Lo ga balik?” tanya Maudy kepada Jeziel.

“Lo sendiri ini mau kemana?”

“Nginep dirumah tante gue.”

“Yaudah, gue anter.”

“Nggak usah.” jawab Maudy.

“Genta junior gue dikolam, gue berhak khawatir juga sama dia.”

Maudy pun pasrah ia pun menerima penawaran dari Jeziel untuk mengantar kerumah tante nya.