42
Gadis dengan rambut yang dikuncir satu dan memakai kemeja navy ini sedang duduk sambil mengotak-ngatik ponsel nya. Lalu datang seorang pria memakai kaos hitam polos dan celana jeans untuk duduk bersamanya.
“Papa pulang ya?” tanya Nelson sambil memberikan satu gelas teh manis hangat kesukaan adiknya ini.
Laneya mengangguk, lalu meneguk teh manis hangat tersebut,“makasih kak, teh nya.”
“Gue ngurus dulu ke kasir ya, Ney? Gapapa?”
“Gapapa, semangat Kak Nels!”
Nelson mengacungkan jempol nya lalu tersenyum dan pergi meninggalkan Laneya yang masih duduk sambil memainkan ponsel nya.
Tiba-tiba ada seorang pria asing duduk di meja nya Laneya,“Laneya? Sendiri aja nih?”
“Eee.. iya..” jawab Laneya dengan kikuk. Pria itu mengulurkan tangan nya, “boleh kenalan?”
Laneya sebenarnya sudah merasa risih dan ingin sekali berteriak kepada Nelson, namun Nelson pun sedang sibuk di kasir nya, karena kebetulan pelanggan nya mulai berdatangan.
Ketika, Laneya akan membalas uluran tangan tersebut ada satu pria yang datang dan malah membalas uluran tangan pria yang mengajak Laneya berkenalan,“Nama gue, Gavileo.”
Pria tersebut dan Laneya pun sontak terkejut,“kak G?”
“Iya sayang? kamu digangguin?”
Mata Laneya membelalak, lalu mencubit tangan Gavileo,“kakk!”
Gavileo menghiraukan Laneya, dia hanya menatap tajam mata pria yang sudah menggoda Laneya,“lo mau disini? bareng cewe gue?”
Pria itupun beranjak dan pergi meninggal Gavileo dan Laneya.
“Kak G, ngapain sih bilang gitu?” Gavileo tidak menjawab pertanyan Laneya, dia berbalik badan lalu pergi keluar bersama ketiga teman nya.