39 Lo gapapa?

Bel pulang sekolah pun berbunyi, Navaro, Damarion, Rayan dan Sena keluar dari kelas nya masing-masing.

“Duluan aja ke kelas Gadis, nanti gue nyusul.” ucap Rayan kepada Nava, Damar dan Sena.


“Gue kebelet, ke wc dulu kali ya.” ucap Gadis dalam hati.

Akhirnya Gadis pun keluar kelas lalu menuju toilet sekolah, setelah beberapa menit Gadis pun ingin keluar namun pintunya tidak bisa dibuka.

“Tolong, yang ada diluar bukain pintunya!!” ucap Gadis sembari teriak dengan keras.

Gadis mencoba dengan segala cara tidak bisa membuka pintunya, dirinya sudah panik, mau menelfon kakaknya, handphone nya lowbatt

“Ah, kenapa lebay banget sih, kayak sinetron segala hp gue lowbatt.” ucap Gadis menggurutu kesal.

“Please, yang diluar bukain tolong!!!!!” pada saat itu juga dia menangis, dia trauma di kunci di wc sendirian, karena kejadian ini mengingatkan sewaktu kecil dia selalu dikunci oleh ayahnya didalam wc.

Ada secarik surat dibawah pintu itu, lalu Gadis membukanya.

“Baru permulaan, Gadis.”

Gadis bingung, maksudnya apa. Tiba-tiba ada seseorang yang mendobrak pintu toiletnya.

“Dugg”

“Dugg”

Dan dobrakan ketiga “DUGG”, pintunya terbuka, dan Gadis kaget melihat orang itu adalah Rayan.

Rayan langsung bergegas mendekat kepada Gadis lalu memeluknya, “Lo gapapa kan?”