3:00 AM

Denara sedang berbaring sembari menatap jendela kamarnya, ah, mungkin lebih tepatnya kosan tercinta nya. Setelah tadi ia menghabiskan waktunya dengan Darka, Denara kembali memikirkan Kaira sahabat nya, yang tiba-tiba berubah padanya.

“Gue salah apa coba sama dia, gajelas banget.” batin nya.

Ponsel Denara berdering, ia pun segera mengangkat telfon nya.

“Hai.” ucap seseorang lelaki yang Denara sukai, yaitu Alden.

“Iya, kenapa?”

“Kok, jawabannya gitu?”

Denara diam.

“Finding Hope – 3:00 AM.”

“Hah?” tanya Denara.

“Kalau nanti gue udah tutup telfon nya, nanti lo cari lagu yang gue sebutin tadi. Gue jamin, mood lo bisa baikan seengganya bisa tidur cepet.”

“Kalau ga baikan sama sekali?”

“Besok gue ketemu lo.”

“Ngapain?”

“Ngehibur lo secara langsung, Denara.”

Denara tersenyum tanpa Alden ketahui, “Al, gue mau tanya boleh?”

“Boleh.”

“Kemarin kan gue cerita tentang, Pak He-”

Alden memotong, “Ayah gue, Hema Alfred Keizano, dia ayah gue.”

“Hah? Ayah lo?” tanya Denara memastikan.

Alden terkekeh, “Iya, Dena. Kalau lo mau tau kabarnya Pak Hema, dia sekarang udah ada diatas. Udah istirahat buat selama-lamanya. Ayah gue selalu cerita tentang anak kecil yang selalu diikat dua dan memakai sepatu warna pink. Katanya, anak itu sering datang kalau ayah tampil, ayah gue sangat bahagia pada saat itu, mempunyai penggemar anak kecil yang selalu jujur tentang penampilan bernyanyi nya. Dan, ketika ia mulai terkenal, ayah gue selalu ada aja masalah ntah itu cibiran dari orang tentang suara dia yang mulai kurang bagus, ntah itu dari lagu yang dibilang orang-orang ayah gue plagiat. Ayah gue terpuruk pada saat penampilan di Caffe Trika dan lo Dena, berkat lo ayah gue semangat lagi. Lo datang bawa bunga, dan lo kasih ke ayah gue.”

Suara tangisan Denara mulai terdengar oleh Alden.

“Pada saat itu gue tanya ayah gue nama anak perempuan itu siapa, “Alden, nama anak itu Denara.” ucapannya masih jelas ditelinga gue. Dan, kenapa gue bisa tau lo Denara yang dimaksud ayah gue, lo panggil gue Alden, sedangkan yang panggil gue dengan nama itu, hanya ayah gue. Tapi awalnya gue ragu, mungkin bukan lo orangnya. Ketika kemarin, lo cerita tentang Hema ayah gue dan Caffe Trika. Gue semakin yakin, lo adalah Denara yang dimaksud ayah gue.”

“Alden? lo cerita gini gapapa?” tanya Denara dengan hati-hati.

“Gue baik-baik aja kok, Dena.”

“Alden, serius deh, Pak Hema dulu suaranya bagus banget! sumpah. Gue selalu suka sama lagu yang dia buat. Alden ayah lo keren!”

Alden sedikit tertawa, “Dena, cuman lo kayaknya, yang bisa buat gue ngomong panjang lebar gini.”

“Denara, gue tutup telfon nya ya, jangan lupa tadi gue suruh apa?”

“Cari lagu Finding Hope – 3:00 AM!” jawab Denara dengan semangat sehingga membuat Alden gemas padanya.

“Good Night, cantik.”