29 Salam kenal, gue Aslan.
Gadis dan Damarion sekarang sedang dalam perjalanan menuju sekolah, Damar tentu saja selalu mengendarai motor, dia selalu menolak jika disuruh mengendarai mobil.
Selama dalam perjalanan Gadis dan Damar bungkam suara, tidak ada yang memulai duluan untuk berbicara, satu sama lain sangat canggung.
Setelah 20 menit diperjalanan akhirnya mereka sampai disekolah, setelah itu Gadis langsung turun dan memberikan helm kepada Damar, “makasih, kak Damar. Gadis kekelas duluan.” ucap Gadis langsung berlari menuju kelasnya.
Damar tidak memberi jawaban dia hanya diam.
Di sisi lain ada yang melihat Damar dan Gadis berbarengan yaitu Bella.
“Ini adik kelas siapa nya mereka sih, deket banget.” ucap Bella sembari kesal.
“HAI GLADISYAAA!!” teriak Vanya dari tempat duduknya.
Gadis memberikan isyarat “ssstttt berisik.”
“BIARIN!!!” jawab Vanya malah lebih keras teriakannya.
Gadis hanya tertunduk malu, baru kali ini dia mempunyai teman seaktif Vanya.
Gadis lalu duduk disebelah Vanya, dan Vanya memperkenalkan ketua kelas kepada Gadis yaitu Aslan.
“Lan, sini!! Lo belum kenalan sama anak baru.” sahut Vanya kepada Aslan.
Aslan segera menghampiri bangku nya Gadis dan Vanya.
“Salam kenal, gue Aslan ketua kelas disini.” ucap Aslan sembari menjulurkan tangan dan tersenyum kepada Gadis.
Gadis membalas, “salam kenal juga, gue Gladisya lebih sering dipanggil Gadis.”
“Kalau butuh apa-apa bisa ke gue, Dis.” ucap Aslan.
“Okay, makasih ya.”