272 – Mimpi.
Kini Sena sedang duduk di meja belajar nya, lalu ada yang mengetuk pintu dan membuka pintu tersebut.
“Gadis?”
“Kamu beneran Gadis?”
Gadis mendekati dan tersenyum, “kak, Gadis udah bahagia diatas sana. Tapi, Gadis sedih, liat kak Sena selalu sakit-sakitan sekarang, udah jarang ngurus diri juga.”
“Gadis, kakak kangen sama kamu.”
“Kak, Tuhan udah takdirin Gadis buat singgah sebentar dikehidupan kalian, kayaknya tugas Gadis udah selesai, makanya Gadis dibawa kembali sama Tuhan.”
“Kak.. kalian tuh udah sepaket berempat, gaakan ada yang bisa misahin kalian lagi, jadi haru saling jaga ya?”
“Kak.. kalian itu 4 rumah, walaupun aku udah gaada, tetep kalian itu 4 rumah, gaada bedanya.”
“Kak, aku harus pamit lagi, sekali lagi jaga kesehatan kakak, harus bahagia terus ya! Gadis sayang kak Sena!”
Ketika Sena akan mengejar Gadis, Sena terjatuh dari tempat tidurnya. Betul sekali, Sena hanya mimpi bertemu Gadis.