265 – Gadis, mau ketemu mama.

Akhirnya setelah mereka bermain dari pagi hingga sore, mereka pun beristirahat sembari duduk menunggu terbenam nya matahari.

“Dis.” panggil Nava.

“Gimana? seneng ga?” sambung nya.

Gadis mengangguk semangat, “seneng kak! makasih yaaa!!”

Sena melihat senyum adik nya ini sangat tenang, tidak terbayang jika Gadis diambil oleh Tuhan, Sena sepertinya akan benar-benar sedih. Gadis adalah cinta pertama nya, setelah mama nya pergi, hanya Gadis yang ia jaga.

“Nanti kita ke pantai ya?” ajak Damarion.

“SETUJU!!” jawab Rayan.

Sena hanya mengangguk.

“Atur aja, waktunya.” jawab Nava.

“Gadis? gimana?” tanya Damarion.

Gadis hanya tersenyum dan mengangguk, “ayo kak!”

Gadis melihat keempat kakak nya ini, sangat tampan dan sangat baik, dia selalu berdoa kepada Tuhan agar mereka dipertemukan dengan wanita yang tepat.

“Kak.”

Keempat kakak nya menoleh.

“Tiduran yu? sambil liat langit menuju malam!”

Kelima anak ini semua terbaring di rerumputan, melihat ke langit yang menuju gelap.

“Sejuk ya?” celetuk Sena.

“Iya kak!” jawab Gadis.

“Ayo sekarang kita berdoa, sambil merem ya kak!” ajak Gadis.

Doa pertama dari Damarion, “Semoga kita berlima bisa ke pantai barengan.”

Doa kedua dari Rayan, “Semoga, kita bisa main ke luar negri!”

Sena semakin menggigit mulutnya dan menahan tangisnya.

Doa ketiga dari Navaro, “berlima terus ya.”

Doa keempat dari Gadis, “Mau ketemu mama.”

Dan doa terakhir dari Sena, “Dis, kakak ikhlas.”

Damar, Rayan dan Nava tersontak kaget, doa nya Sena membuat mereka bangun dan melihat Gadis. Sena pun duduk lalu melihat adik nya sudah tertidur untuk selamanya.

“A-adik kakak yang baik..”

“Udah tidur ya?”

“Selamat ketemu mama disana.”

“Adiknya kak Sena sekarang udah ga sakit lagi.”

“Adiknya kak Sena pasti udah nemu tempat ternyaman diatas sana.”

“Adik kakak yang cantik, selamat tidur.” ucap Sena sembari mengecup kening Gadis.

Pada malam itu, Gadis telah meninggalkan Sena, Nava, Damarion dan Rayan untuk selamanya.