251
Aslan segera masuk ke kamar Gadis, dia sebenarnya tidak enak tiba-tiba masuk seperti ini namun Gadis selalu bilang “ini rumah lo juga aslan, lo nya aja sih banyak alesan gamau tinggal disini.”
“Hallo, cantik.”
Gadis melihat kearah sumber suara, “AAAAASLAAANN!!”
“Hahaha, kangen ya?”
Gadis mengangguk, “banget!”
“Makanya cepet sembuh!”
Gadis hanya tersenyum lebar, “aamiin.”
“Nih, gue bawain lo buah-buahan.”
“Makasih ya!”
Aslan tersenyum, “sama-sama.”
Mereka benar-benar saling bercengkrama, hal apapun dicarakan mungkin temu kangen kali ya, kalau bahasa gaul nya.
“Abis tu, si Indra bawain gue baju olahraga yang bau, terus kata gue “Dra lo anjing ya, bau busuk baju lo sialan banget.” gue teriak gitu. Terus Guru-guru pada liat ke arah gue dan bilang “Masa ketua kelas ngomong nya kasar?” ya terus.. kan gue juga manusia yang tidak sempurna... dan kadang salah...”
Mendengar cerita tersebut, Gadis tertawa sangat kencang, dan membuat Aslan sangat lega, melihat Gadis bisa tertawa lepas seperti ini.
“Dis, gini terus ya.”
“Maksudnya?”
“Senyum lo, jangan pernah luntur.”
Gadis tersenyum simpul, “Lan, janji ya? lo harus akrab sama kakak-kakak lo.”
Aslan terdiam.
“Lan, kak Damar, kak Sena, kak Rayan dan kak Nava mereka kakak lo juga, inget itu.”
Aslan mengangguk, “iya, Gadis.”
Gadis tersenyum kembali, “makasih, Lan. Gue jadi tenang.”
Aslan bingung, maksud perkataan dari Gadis itu apa.