223

Damar pun membawa banyak makanan dan minuman tentunya. Agar menonton nya tidak dengan menahan haus dan lapar. Damar bisa rese kalau lapar.

“Nih kakak bawa ciki-ciki buat kita nonton.”

Gadis hanya melihat lekat kakaknya sedang sibuk menata makanan dan laptop untuk menonton.

“Gadis sini!!”

“Deket kakak.”

Gadis menuruti lalu ia duduk disebelah kakak nya.

Akhirnya menonton drama korea pun di mulai, Damar banyak mengoceh ketika drama nya berlangsung.

“Dis, plis itu tinggal ciuman apa susahnya?”

“Dih, kan Anna alergi eskrim kan ya? kakak sempet liat preview dikit sih ngulis di youtube.”

“Dis, itu ji chang wook kan? gantengan siapa? kakak apa dia? jelas kakak. Oke makasih, Dis.”

Begitulah celotehan-celotehan kakak nya ini, Gadis tertawa melihat dan mendengar tingkah laku kakak nya. Sumpah sangat gemas.

“Dis ini happy ending ga?”

“Dis keren banget ini mas ichang wook.”

“KAKK GEMES BANGET.”

“HAH SIAPA?”

“KAKAK DAMAR!!!”

Damar tersenyum lalu memeluk adik nya, “kamu lebih gemes.” setelah itu melepas pelukannya lalu menonton kembali.

Sudah dua jam mereka menonton, dan Damar pun tertidur di pundak Gadis.

“Kak..”

“Tidur ya?”

“Kak, Gadis masih kuat, buat jalanin to do list ini. Doain Gadis biar bisa nyelsain semua nya ya?” ucap Gadis sembari mengelus rambut Damar.

“Kak, Gadis sakit.”

“Gadis sakit kanker darah, hehehe.”

“Tapi, Gadis kuat, Gadis harus kuat.”

“Asalkan kakak tau, Gadis sangat sayang kak Damar.”