171

Damar, Sena, Rayan dan Nava kini mereka sudah melihat berita itu, tiba-tiba mereka mendengar suara gelas yang terjatuh ke lantai.

“A-aslan a-anak p-papa?”

Sontak mereka berempat melihat kearah sumber suara.

“Gadis?” ucap bersamaan Damar, Rayan, Nava dan Sena.

Gadis segera memasuki kamar nya dan mengunci pintunya.

“Gadis, buka pintunya ya?” ucap Nava.

“Kakak mau ngomong sebentar.” sambung nya.

“Kak Nava boleh kasih aku waktu sendiri sebentar?” jawab Gadis yang masih mengunci diri di kamarnya.

“Nav, udah .. Biarin, Gadis sendiri dulu.”

Nava pun menuruti perkataan Rayan.


Kini mereka berempat sedang mengumpul di kamar nya Sena.

“Gue ga kaget. Gue udah curiga dari awal.” ungkap Rayan.

“Tapi, gue ga ngerti jalan pikirnya papa.” celetuk Navaro.

“Kita tuh kayak anak simpanan ga sih? hahaha. Maksud gue, kita gak pernah tuh dari kecil di kasih tau ke media bahwa kita anak dari Arya Brady.” kata Sena.

“Ya, kita bisa aja bilang ke publik, tapi gue udah enak gini sih, gaada yang tau bokap gue sebenernya artis.” sambung Sena.

“Gue khawatir sama Gadis.” kata Damar.

“Aslan berarti adik kita?” tanya Nava.

Sena, Rayan dan Damar benar-benar diam seribu bahasa.