168
Mereka berlima sampai rumah dengan berbarengan. Gadis yang segera masuk tanpa menyapa Navaro dan Damarion.
“Gadis kenapa?” tanya Nava kepada Sena dan Rayan.
Sena hanya diam, langsung masuk kedalam rumah.
“Marahan sama Sena.” jawab Rayan dengan berbisik.
Damar dan Nava mengangguk-ngangguk. Mereka tau jika Sena marah memang seram, jadi mereka lebih baik ikut diam saja, nanti juga Sena akan seperti biasa lagi.
Setelah menganggi pakaian, Sena, Damar, Rayan dan Nava mengumpul diruang TV.
“Gimana tadi?” tanya Rayan kepada Nava dan Damar.
“Kita liat aja sore ini berita anak nya papa muncul apa ngga.” jawab Nava.
“Gua gayakin tapi, feeling gue Aslan anaknya papa.” celetuk Sena.
Damar, Nava dan Rayan hanya mencerna perkataan Sena.
“Yaudah nyalain TV nya.” suruh Rayan kepada Damar.
Damar pun segera menyalakan TV nya.