16
Setelah latihan fisik selesai, Genta segera menuju loker nya untuk mengambil kacamata renang nya yang sudah diantarkan oleh Maudy.
“Loh? kok gaada sih, kacamatanya.” ucap pelan Magenta.
Tiba-tiba ada laki-laki yang berteriak keras, “INI KACAMATA PUNYA SIAPA?”
Genta tersontak kaget yang berteriak itu Jeziel dan yang dipegang oleh Jeziel adalah kacamata renang nya. Genta pun menghampiri Jeziel.
“K-kak, maaf itu punya saya.” ucap Genta sembari menunduk takut.
Jeziel pun menurunkan tangan nya lalu memberikan kacamata renang kepada Genta, “nih, punya kamu? kok bisa ada di loker kakak?”
“A-anu, kayaknya kakak saya salah buka loker kak, soalnya saya minta tolong ke kakak saya buat masukin ke loker saya, karena kacamata renang saya barusan tertinggal dirumah.” jawab Genta dengan gemetar ketakutan.
“Kamu Genta kan? Yang semalem duduk bareng kakak?”
Genta mendongak lalu mengangguk, “i-iya kak.”
“Boleh minta imess atau nomor kakak kamu?”
Genta segera memberi nomor Maudy kepada Jeziel, “namanya Maudy kak.”
Jeziel tersenyum lalu mengelus kepala Genta, “makasih ya, gih latihan dulu, udah ditunggu pelatih tuh.”