157
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Sena segera menuju kelas nya Bella dan kawan-kawannya.
“BELA MANA?” ucap Sena dengan nada tinggi.
BRAG
Sena menggebrakan meja sehingga murid yang lain kaget.
“Gue tanya dimana, Bella?”
“WOI JAWAB GUA!”
Sena memang jarang terlihat marah, dan juga dia sangat jarang bermasalah disekolah.
Akhirnya Bella datang dari luar kelas, “apa sih ganteng? marah-marah mulu.”
“Kebetulan lo disini dan masih rame juga kelas lo.”
Bella, Zeva dan Yara benar-benar kebingungan, Sena yang tiba-tiba marah kepadanya.
“Bella, Zeva dan Yara. Emang gua kagak tau apa perlakuan lo ke adek gua?”
“Lo tadi bully Gadis kan?” sambungnya.
Bella berusaha mengelak, “ng-nggak kok, jangan ngarang!”
“Wah, anjing juga ini orang.” timbal Sena.
Kemudian siswa-siswi disana saling berbisik karena kaget mendengar Sena mempunyai adik.
“Benerkan? tanya aja Yara sama Zeva.”
“Ya nanya sama komplotan lo, ya mereka pasti ngebela elo lah, sinting.”
Sena mendekat kepada Bella, “SEKALI LAGI LO GANGGU GADIS, MAU LO CEWE SEKALIPUN, GUA ABISIN LO SATU-SATU!” ucap Sena sembari menunjuk kepada Bella lalu pergi melewatinya.
“ADIK LO ADUAN YA LEMAH!”
“Wah, setan.” jawab Sena.
Ketika Sena ingin kembali menghampiri Bella, ada Gadis yang menahan nya, “KAK UDAH!”
Sena diam, dia benar-benar menuruti apa kata Gadis, “aku bilang udah kak, jangan buat masalah ini panjang.” ucap Gadis sembari memeluk Sena agar tenang.
Rayan angkat bicara, “Bella, Yara, Zeva, sebenernya lo semua yang murahan.” lalu Rayan pergi dari kelas nya Bella.
“Ayo kak, pulang.” ajak Gadis kepada Sena.
Sena menuruti perkataan Gadis.
“Bella, ini gue kasih peringatan terakhir, lo sentuh Gadis, gue abisin lo.” kata Sena sembari meninggalkan kelas Bella.