126

Mario ternyata yang sampai duluan ke rumah nya Maudy, ia memakai hoodie merah dan jeans hitam.

“Kak Mario!” panggil Maudy.

Mario yang diam didepan gerbang lalu menengok ke belakang dan ia melihat Maudy sedang membukakan pagar rumah.

Mario pun menghampiri Maudy, “eh Mod, maaf ya ganggu malem-malem, soalnya gue butuh buat ngajar besok.” ujarnya.

“Gak apa-apa kali kak, maaf juga ya kak aku harus nya udah ngembaliin lebih awal.”

“Santai aja, main gitar nya makin lancar dong sekarang?” tanya Mario sembari tersenyum.

“Hahaha, ya gitu lah kak, masih jagoan kaka.”


Tiba-tiba ada bunyi klakson mobil, dan ternyata itu mobil nya Nalendra.

“Kak Mario disini juga?” tanya Jeziel kepada Nalendra.

“Gue juga baru tau, Je.” jawab Nalendra.

Mereka pun keluar dari mobil lalu menyapa Mario dan Maudy.

“Kak disini juga?” tanya Nalendra kepada Maudy.

“Iya nih ngambil buku.” jawab Mario sembari mengangkat buku yang dipegang nya.

“Yaudah urusan gue udah kelar kok. Gue pamit pulang dulu ya semua nya, Modi thanks ya.” ujar Mario, lalu berjalan menuju motornya.

Maudy tersenyum, “iya kak hati-hati!”


Setelah itu Maudy masuk ke rumah nya untuk mengambil bunga yang dipesan ibu nya Nalen, “Nal, tunggu gue bawa bunga nya dulu kedalem, eh apa lo berdua mau masuk dulu kerumah?”

“Kita disini aja.” jawab Jeziel dengan nada dingin.

Setelah Maudy masuk kedalam, tiba-tiba Nalendra menyenggol siku nya Jeziel, “cemburu ya?”

“Hah? enggak. Apaan sih.”

“Ngeles terus bapak nya nih.” ledek Nalendra kepada Jeziel namun Jeziel hanya diam tidak menanggapinya lagi.

Maudy pun keluar dari rumah nya sembari memegang bunga yang dipesan ibu nya Nalendra.

“Nal, ini bunganya.” ucap Maudy.

“Oke, makasih ya, Mod.”

Jawaban Modi hanya mengacungkan jempol nya.

“Modi, gue ke mobil dulu ya, kayaknya handphone gue ketinggalan di dalem mobil.” ucap Nalendra, padahal itu hanya alasan, ia sengaja agar Jeziel dan Maudy bisa berduaan.

“Jiel, diem aja.”

“Emang harus gimana?”

“Ya, tanya apa kek, Eh iya jaket—”

Jeziel memotong, “simpen di lo aja dulu.”

“Terus ngapain lo kesini?”

“Liat lo.”

“Hah?”

“Hari ini gue belum liat lo, Maudy.”