121

Rayan dan Gadis sudah sampai disekolah dan Gadis pun turun dari mobil lalu ada sepasang mata yang melihat Gadis berbarengan dengan Rayan. Ya tentu saja orang itu adalah Bella.

“Sekarang Rayan?” “Murahan banget sih.”


Gadis kini sudah berada di dalam kelas namun tidak melihat Vanya dan Aslan. Keduanya tidak masuk sekolah.

“Vanya kemana ya?” ucap dalam hati Gadis.


Setelah jam pelajaran kedua selesai, bunyi bel istirahat pun berbunyi. Kini Damarion, Sena, Navario dan Rayan menghampiri kelas Gadis dan mengajak makan di kantin bersama.

“Kakak?” ucap Gadis menghampiri mereka.

“Ayo kantin bareng!” ajak Sena kepada Gadis.

Gadis mengangguk dengan semangat, “ayo!!!”

Mereka pun membeli bakso langganan nya, dan Gadis pun diperkenal kan bakso yang sering mereka makan.

“Ini namanya bakso surgawi yang ada di duniawi, Dis.” ucap Sena kepada Gadis.

Gadis hanya tertawa kecil melihat Sena yang mengatakan itu sambil melahap baksonya.

Dan diujung meja pun, ada yang memerhatikan Gadis, Sena, Damar, Rayan dan Nava, siapa lagi kalau bukan Bella, Zeva dan Yara.

“Siapa nya sih?” tanya Bella kepada Zeva dan Yara.

Zeva hanya mengedikan bahu nya.

“Gatau, gua juga. Murahan banget ya kan?” ucap Yara kepada Zeva dan Bella.