103

Jeziel sekarang berada didalam ruangan bunda nya. Ia sedang menatapi wajah bunda nya, sangat cantik, selalu cantik.

Jika Jeziel sedang berkunjung kerumah sakit untuk menjenguk bunda nya, tangan Jeziel selalu dipegang oleh bunda nya. Dan bunda nya selalu berkata, “anak baik, anak pinter, anak ganteng nya bunda, sehat-sehat ya. Tunggu bunda bisa pulang kerumah, masakin makanan kesukaan nya atar.”

Atar adalah panggilan Jeziel, yang memanggil Atar hanya seseorang yang menurut Jeziel dekat.

“Gimana kuliah sama latihannya?” tanya bunda nya.

“Berjalan dengan baik bunda. Tenang aja, Atar masih latihan kok, kuliah juga ngga atar tinggal.”

“Bunda kangen nganterin kamu ke pertandingan-pertandingan gitu.” ujarnya.

Jeziel tidak bisa menjawab karena dirinya saja sekarang hanya fokus mencari uang, untuk bekal nya sehari-hari.

“Belum ada pertandingan lagi bunda. Sekarang bunda fokus sembuh aja dulu ya?”

Bundanya tersenyum, “adik kamu pasti bangga sama kamu, kakak nya udah kuliah dan jadi atlit renang yang ternama.” sembari mengusap rambut Jeziel.