05

Genta pun menunggu Maudy di depan tempat latihan nya. Lalu, tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya.

“Hei, nunggu siapa?”

Genta pun kaget, lalu menoleh kebelakang, “Eh, kak..” jawab Genta agak canggung.

“Panggil aja El atau Ziel.” jawab Jeziel.

“Iya, kak Ziel.”

“Nama kamu siapa?”

“Magenta, tapi sering dipanggil nya Genta.”

Jeziel mengangguk, “lagi nunggu siapa? kok belum pulang?”

“Kak Modi, eh maksud aku kakak aku.”

“Duduk disana yu?” ajak Jeziel kepada Genta.

Genta mengikuti Jeziel lalu duduk disebelahnya, sebenarnya dia canggung karena Jeziel ini senior nya dan baru pertama kali bertemu, karena Jeziel baru pindah hari ini, Jeziel juga atlet yang memang sudah ada “nama” maka dari itu banyak yang segan kepadanya termasuk Genta.

“Genta.” panggil Jeziel.

Genta menoleh, “i-iya kak?”

“Jangan gugup gitu,” ucap Jeziel sembari menepuk pundak nya Genta, “kamu ini atlet atau—”

Dipotong oleh Genta, “bukan atlet kak, aku latihan cuman buat jaga kesehatan aja, soalnya aku punya asma.”

Jeziel menganggukan kepala, “gaya berenang mu bagus, kalau diseriusin jadi atlet, bisa kok.”

Genta sedikit tersenyum, “ah, ngga kak. Dibanding sama kakak pasti beda jauh.”

“Kakak juga, gatau mau lanjut atau ngga sih.” jawab singkat dari Jeziel.

Sedangkan disebrang sana sudah ada yang memanggil Genta.

“GENTA!!” teriak Maudy.

“Eh kak Ziel, kakak ku itu udah manggil,” ucap Genta sembari menunjuk Maudy, “aku pamit pulang duluan ya kak, makasih udah nemenin.” Genta berdiri lalu mengulurkan tangan untuk salam kepada Jeziel.

Jeziel yang kaget, “gausah, gapapa. Itu langsung pulang aja, hati-hati ya.”

Genta mengangguk, lalu pergi meninggalkan Jeziel.

“Sopan, anak nya.” ucap dalam hati Jeziel sembari tersenyum tipis.


Setelah Genta masuk kedalam mobil, ia langsung bercerita tentang pembicaraan dia dengan Jeziel.

“Kak, kak, kak Modi!!”

“Hmm?”

“Tadi aku habis ngobrol sama atlet yang terkenal!”

“Siapa?”

“Kak Jeziel!! Dia panutan aku banget sih, makanya tadi aku canggung banget duduk dan ngobrol bareng dia.”

“Terus katanya dia bilang aku bisa di seriusin di atlet, menurut kakak gimana?”

“Magenta, kamu lupa? kakak nyuruh kamu buat latihan renang, supaya kamu sembuh.”

“I-iya kak, maaf.” jawab Genta sembari menunduk.